Kasus penyakit gagal ginjal kronis (GGK) di wilayah DIY terus mengalami peningkatan. Hal ini bisa dilihat dari pertambahan pasien baru GGK yang menjalani terapi hemodialisa yang meningkat sangat tajam. Berdasarkan Indonesian Renal Registry (IRR), pada 2017 ada pertambahan pasien baru di DIY sebesar 359 pasien, sementara data terakhir pada 2018
II.1.2 Pendekatan Diagnosis Penyakit Ginjal Kronik .. 9 II.1.3 Penatalaksanaan Penyakit Ginjal Kronik .. 10 II.2 Kualitas Hidup yang Berkaitan dengan Kesehatan .. 11 II.3 Kualitas Hidup pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik .. 12 II.4 Instrumen Penilaian Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal
Abstract. Gagal ginjal kronik dapat terjadi karena beberapa faktor resiko seperti DM, hipertensi dan gangguan penyakit metabolik lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan
Prevalensi gagal ginjal kronik di Indonesia cukup tinggi, sekitar tahun 2013 terdapat 99.810 pasien. Pasien harus patuh menjalani hemodialisa yang ditentukan dengan efikasi diri tinggi.
Jemursari Surabaya termasuk dalam rumah sakit dengan jumlah kasus prosedur dialisis terbanyak pada tahun 2016, 2017 dan 2018. Pada tahun 2016 diketahui terdapat 13.002 kasus prosedur dialisis, 14.410 kasus pada tahun 2017 dan 15.750 kasus prosedur dialisis pada tahun 2018. 13002 14410 15750 0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000
Pengaturan Nutrisi dan Diet. Pasien penyakit ginjal kronis harus diberikan edukasi mengenai panduan klinis nutrisi dan diet yang sesuai. Pembatasan asupan protein harus disesuaikan dengan batasan konsumsi protein yang telah ditetapkan berdasarkan GFR pasien. Pada pasien penyakit ginjal kronis sebaiknya asupan garam juga dibatasi maksimal 2 gram
3. Diabetes. Memiliki Prevalensi Diabetes Melitus sebesar 8,5 persen. “Sedangkan nilai rerata prevelensi penyakit ginjal kronis sebesar 3,8 permil pada 34 Provinsi, dengan nilai prevalensi per-provinsi terendah sebesar 1,8 permil dan tertinggi sebesar 6,4 permil” ungkapnya. Hal tersebut membuktikan bahwa penyakit ginjal menjadi ancaman
Tahap terakhir dari gagal ginjal kronik yaitu gagal ginjal terminal yang merupakan keadaan fungsi ginjal sudah sangat buruk. Tes klirens keatinin dapat digunakan untuk menunjukkan perbedaan dari gagal ginjal kronik dengan gagal ginjal terminal (Divanda et al., 2019). Gagal ginjal kronik adalah suatu kerusakan fungsi ginjal progresif
Menurunkan berat badan jika menderita obesitas. Tidak mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang dapat menyebabkan gangguan pada ginjal. Memeriksakan tekanan darah secara berkala. Menerima vaksinasi, seperti vaksinasi flu dan pneumonia, karena gagal ginjal kronis membuat tubuh rentan terserang infeksi.
Menurut Kowalak dkk. (2011) penyakit ginjal kronis merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat (biasanya berlangsung beberapa tahun). Dalam kasus ini ginjal kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan asupan normal. Gagal ginjal kronis biasanya merupakan akibat terminal destruksi
7pvR7.