Pengaruhkemasan terhadap produk UMKM adalah kemampuan penekanan biaya produksi. Bentuk kemasan botol yang telah dimiliki sebelumnya mendapatkan transformasi menjadi jenis standing pouch dengan Kemasanberdasarkan letak atau kedudukannya dapat dibedakan atas : - Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe) - Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya. ØKemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya. Adapun sifat dan bahan kemasan modern adalah sebagai berikut : Ø Kemasan Fleksibel, yaitu bila bahan kemas Thispreview shows page 4 - 8 out of 17 pages. View full document. See Page 1. 13. Kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok-kelompok kemasan lainnya disebut juga sebagai . a. Kemasan Primer b. Kemasan Sekunder c. Kemasan Luar d. Kemasan Tersier e. Kemasanyang fungsi utamanya melindungi kelompok-kelompok kemasan lainnya disebut juga sebagai . a. Kemasan Primer b. Kemasan Sekunder c. Kemasan Luar d. Kemasan Tersier e. Jawaban a dan b benar 18. Contoh kemasan yang bersifat kaku adalah . a. Plastik dan Kertas b. Botol dan Kertas c. Kayu dan Logam d. Botol Plastik dan Gelas e. Botol KemasanSekunder ialah kemasan yang berfungsi melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buahyang dibungkus dan lain sebagainya. Kemasan Tersier dan Kuarter yaitu kemasan yang dibutuhkan untuk menyimpan barang atau produk selama pengiriman. 2. Jenis Kemasan Berdasarkan Frekuensi KemasanSekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu Kemasan Tersier, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Sekunder merupakan kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya. Tersier dan Kuarter, adalah kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan Fungsiprotektif artinya kemasan berfungsi sebagai pelindung atau keamanan produk dari hal-hal yang dapat merusak produk, seperti iklim, proses distribusi, dan lain-lain. Kemasan yang melindungi produk akan mencegah kerusakan dan risiko cacat yang dapat merugikan pembeli ataupun penjual. KemasanSekunder. Fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya. Kemasan Tersier dan Kuarter. Kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Fungsi umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan. fUk6. - Kemasan diperlukan untuk melindungi dan membungkus produk, serta menarik perhatian calon konsumen. Tentunya pemilihan kemasan harus disesuaikan dengan bentuk atau wujud produknya. Sebagai contoh, produk berupa cairan, lebih cocok dikemas dalam wadah berbahan dasar Nining Wahyuni, dkk dalam buku Panduan Pendirian Usaha Minyak Bangle dan Balsem Bangle 2020, kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi, serta elemen desain lainnya, seperti informasi produk. Dalam pemasaran, kemasan menjadi bagian pertama yang akan dihadapi calon konsumen. Oleh sebab itu, kemasan harus dibuat semenarik mungkin. Dikutip dari buku Inovasi dan Pengembangan Produk Pangan 2021 karangan Eko Waluyo dkk, ada empat fungsi kemasan produk, yakni Sebagai wadah Pelindung produk Media komunikasi Kenyamanan. Baca juga Makna dari Pernyataan Pada Saat Inilah Kemasan Mengambil Alih Tugas Penjualan Fungsi kemasan produk sebagai wadah Kemasan berfungsi untuk mewadahi produk agar mudah dibawa, dipindahkan, serta disimpan. Beberapa produk, seperti minyak goreng, minuman serbuk, tepung, dan minuman ringan membutuhkan kemasan sebagai wadah supaya mudah didistribusikan. Selain itu, kemasan sebagai wadah juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya kontaminan, dan sebagai upaya pemenuhan standar mutu produk. Pelindung produk Kemasan berfungsi untuk melindungi produk dari bahaya fisik, seperti gesekan, benturan, getaran, bahan kimia contohnya sinar UV, dan bahaya biologis contohnya bakteri dan jamur. Dalam fungsinya ini, kemasan juga berperan untuk melindungi produk dari segala sesuatu yang dapat menurunkan kualitasnya. Ilustrasi kemasan produk. Foto iStockKemasan merupakan komponen penting yang harus ada pada sebuah produk. Kemasan adalah wadah untuk meningkatkan nilai dan fungsi sebuah merupakan hasil akhir dari proses mengemas. Mengemas menurut KBBI adalah mengatur rapi-rapi atau membungkus-bungkus supaya kata lain, proses mengemas yang akan menghasilkan kemasan itu berfungsi agar produk dapat dibungkus menjadi satu, sehingga tampak rapi dan tidak tercecer ke kini kemasan tidak hanya sebagai wadah saja, tetapi juga memiliki fungsi lain, seperti sebagai media informasi bagi konsumen, menambah daya tarik produk, dan dengan perkembangan zaman, kemasan juga ikut berkembang dari masa ke masa. Kemasan yang digunakan pada zaman dulu terbilang sederhana dan seadanya, karena hanya memerhatikan fungsinya sebagai wadah, contohnya daun kemasan tradisional seperti itu masih kerap dijumpai, saat ini kemasan lebih berorientasi pada keindahannya. Tujuannya untuk menambah daya tarik produk agar konsumen tertarik untuk kemajuan teknologi yang semakin canggih, kemasan kini dapat dibuat dari beragam bahan, mulai dari plastik, kaleng, kaca, hingga kemasan bersifat ramah lingkungan, seperti kertas, bambu, kayu, dan bioplastik plastik yang mudah terurai.Sebutkan 3 Fungsi Utama dari Kemasan!Ilustrasi kemasan produk. Foto iStockPertanyaan, sebutkan 3 fungsi utama dari kemasan, mungkin sering didapatkan di sekolah. Mengutip buku Tematik Kelas 5 SD Tema 6 terbitan Kemendikbud, secara umum, 3 fungsi utama dari kemasan, yaitu sebagai Melindungi dan Mengawetkan ProdukFungsi paling mendasar dari kemasan adalah untuk melindungi produk dari sinar ultraviolet, panas, kelembapan udara, oksigen, benturan, serta kontaminasi dari kotoran dan mikroba yang dapat merusak dan menurunkan mutu produk terlindungi dengan baik, kualitas produk pun akan terjaga. Dengan demikian, produk akan menjadi lebih awet, baik selama proses distribusi maupun ketika sudah sampai ke tangan Sebagai Identitas ProdukSelain untuk melindungi produk, kemasan memiliki fungsi sebagai identitas produk. Maksudnya, kemasan dapat digunakan sebagai alat komunikasi dan pengirim informasi kepada konsumen melalui label yang ada di bagian luar itu, alangkah baiknya jika suatu produk mempunyai kemasan dengan desain atau ciri khas tertentu untuk membedakannya dengan produk lain yang berjenis Meningkatkan EfisiensiSeperti yang disebutkan sebelumnya, pada dasarnya kemasan berguna untuk membungkus produk supaya lebih rapi dan ringkas. Bagi produsen, kemasan yang menyatukan produk akan memudahkan perhitungan dan pengiriman hingga sampai ke itu, bagi konsumen, adanya kemasan membuat penyimpanan produk menjadi ringkas, lebih mudah, dan aman. Kemasan adalah kegiatan penempatan produksi ke dalam wadah dengan segala jenis material lainnya yang dilakukan oleh produsen untuk disampaikan kepada konsumen. Kemasan yang dibuat haruslah dapat menjaga mutu produk hingga sampai ke tangan konsumen. Banyak faktor yang mempengaruhi mutu produk ketika mencapai konsumen seperti kondisi bahan mentah, metode pengolahan dan kondisi penyimpanan. Fungsi perlindungan produk menjadi perhatian penting bagi wirausahawan makanan internasional ketika menentukan bahan kemasan. Dengan demikian fungsi kemasan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut a. Kemampuan/daya membungkus yang baik untuk memudahkan dalam penanganan, pengangkutan, distribusi, penyimpanan dan penyusunan/ penumpukan. b. Kemampuan melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar, misalnya perlindungan dari udara panas/dingin, sinar/cahaya matahari, bau asing, benturan/tekanan mekanis, kontaminasi mikroorganisme. c. Kemampuan sebagai daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini identifkasi, informasi dan penampilan seperti bentuk, warna dan keindahan bahan kemasan harus mendapatkan perhatian. d. Persyaratan ekonomi, artinya kemampuan dalam memenuhi keinginan pasar, sasaran masyarakat dan tempat tujuan pemesan. e. Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada, mudah dibuang, dan mudah dibentuk atau dicetak. Dengan adanya persyaratan yang harus dipenuhi kemasan tersebut maka wirausahawan makanan internasional memiliki dasar pertimbangan dalam memilih bahan baku kemasan, desain kemasan dan jenis kemasan. Dalam rangka memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut maka kemasan harus memiliki sifat-sifat a. Permeabel terhadap udara oksigen dan gas lainnya. b. Bersifat non toksik dan inert tidak bereaksi dan menyebabkan reaksi kimia sehingga dapat mempertahankan warna, aroma, dan cita rasa produk yang dikemas. c. Kedap air mampu menahan air atau kelembaban udara sekitarnya. d. Kuat dan tidak mudah bocor. e. Relatif tahan terhadap panas. f. Mudah dikerjakan secara massal dan harganya relatif murah. Cara-cara pengemasan berhubungan erat dengan kondisi produk yang dikemas serta cara transportasinya. Pada prinsipnya pengemas harus memberikan kondisi yang sesuai dan berperan sebagai pelindung bagi kemungkinan perubahan keadaan yang dapat mempengaruhi kualitas isi kemasan maupun bahan kemasan itu sendiri. Kemasan dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal antara lain a. Frekuensi Pemakaian. 1 Kemasan sekali pakai Disposable, yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik es, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng. 2 Kemasan yang dapat dipakai berulang kali Multi Trip, seperti beberapa jenis botol minuman limun, bir dan botol kecap. Wadah-wadah tersebut umumnya tidak dibuang oleh konsumen akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. 3 Kemasan yang tidak dibuang Semi Disposable. Wadah-wadah ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai dan digunakan untuk penyimpanan bahan makanan atau jenis makanan yang lain. b. Struktur sistem kemas berdasarkan letak atau kedudukan suatu bahan kemas di dalam sistem kemasan keseluruhan dapat dibedakan atas 1 Kemasan primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe. 2 Kemasan sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya. 3 Kemasan tersier dan kuarterner, yaitu apabila masih diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier. Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan. c. Sifat kekakuan bahan kemas 1 Kemasan feksibel, yaitu bila bahan kemas mudah dilenturkan, misalnya plastik, kertas, foil. 2 Kemasan kaku, yaitu bila bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan. Misalnya kayu, gelas, dan logam. 3 Kemasan semi kaku/semi feksibel, yaitu bahan kemas yang memiliki sifatsifat antara kemasan feksibel dan kemasan kaku, seperti botol plastik susu, kecap, saus dan wadah bahan yang berbentuk pasta. d. Sifat perlindungan terhadap lingkungan 1 Kemasan hermetis, yaitu wadah yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, misalnya kaleng dan botol gelas. 2 Kemasan tahan cahaya, yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas, dan foil. Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan yang difermentasi. 3 Kemasan tahan suhu tinggi, jenis ini digunakan untuk bahan pangan yang memerlukan proses pemanasan, sterilisasi, atau pasteurisasi. e. Tingkat kesiapan pakai 1 Wadah siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya. 2 Wadah siap dirakit atau disebut juga wadah lipatan, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder feksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik. 3 Kemasan feksibel.